WhatsApp Image 2026-04-14 at 07.48.37

Nestapa: Petualangan Adab 1970 Hingga Sekarang

media.dupuimjl.com   Perjalanan perubahan adab masyarakat Muslim sejak tahun 1970 hingga 2026 menunjukkan dinamika yang kaitan erat dengan perkembangan zamannya. Pada dekade 1970–1980-an, kehidupan sosial masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai tradisional dan ajaran agama yang kuat. Menurut pemikiran ulama klasik seperti Imam Al-Ghazali (kepoin yuk!… : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i), adab merupakan inti dari pendidikan sebelum ilmu. Pada masa ini, penghormatan kepada orang tua, guru, serta tata krama dalam pergaulan (terutama antar sesama muslim) masih sangat dijunjung tinggi. Lingkungan keluarga dan masyarakat menjadi pusat utama dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Baca Juga:   Pecinta Alam MA Rutin Muncak Ciremai

Memasuki era 1990–2000-an, perubahan mulai terasa seiring dengan masuknya globalisasi dan teknologi informasi. Televisi, internet awal, dan budaya luar mulai memengaruhi gaya hidup masyarakat muslim di Indonesia. Pakar kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi (Kepoin yuk!… : Syekh Prof. Dr. Yusuf al-Qaradawi ) menekankan bahwa modernisasi tidak boleh menghilangkan nilai adab, melainkan harus disaring dengan prinsip Islam. Namun, realitanya terjadi pergeseran, di mana sebagian generasi mulai mengalami penurunan dalam etika komunikasi, baik dalam keluarga maupun di ruang publik.

Baca Juga:   Keren! Jum’at Berkah Lahirkan Seorang Duta Membaca

Pada periode 2010–2020, perkembangan media sosial membawa perubahan yang lebih signifikan. Interaksi manusia tidak lagi terbatas secara fisik, tetapi meluas ke dunia digital. Fenomena ini menimbulkan tantangan baru dalam menjaga adab, seperti etika berkomentar, menjaga lisan (meski dalam bentuk tulisan), serta menghormati privasi orang lain. Banyak pakar Islam modern menyoroti pentingnya “adab digital,” yaitu bagaimana nilai-nilai akhlak tetap diterapkan dalam penggunaan teknologi. Di sisi lain, kesadaran sebagian kalangan juga meningkat dengan munculnya gerakan hijrah dan kajian keislaman yang kembali menekankan pentingnya adab.

Baca Juga:   Era Digital: Tantangan Menanamkan Adab yang Selaras

Memasuki tahun 2020 hingga 2026, tantangan semakin kompleks di era digital yang serba cepat dan terbuka. Informasi yang tanpa batas seringkali tidak diiringi dengan kedewasaan dalam bersikap. Para ulama dan cendekiawan Muslim menegaskan bahwa krisis utama umat saat ini bukan hanya krisis ilmu, tetapi krisis adab. Oleh karena itu, penguatan pendidikan adab berbasis keluarga, madrasah, dan masyarakat menjadi sangat penting. Kembali kepada prinsip bahwa adab adalah fondasi peradaban, maka menjaga adab di tengah perubahan zaman adalah kunci untuk membangun generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.

Baca Juga:    Ujian Madrasah MA 2025-2026: Langkah Akhir Menuju Kelulusan, Dimulai

 

LAYANAN INFORMASI ONLINE:

⬇️ Web Info PMB | Unduh Brosur
https://dupuimjl.com/

📝 Formulir Pendaftaran
https://pmb.dupuimjl.com/spmb

💬 Ada pertanyaan? Chat admin PMB
https://dupuimjl.com/adminpmb/

🔔 Ikuti Media Sosial Daarul Uluum untuk dapatkan beragam informasi terupdate.

Channel WA Daarul Uluum
www.dupuimjl.com/channel-wa

Media Sosial Daarul Uluum
🔹 instagram.com/mediadaarululuum
🔹 facebook.com/dupuimjl
🔹 tiktok.com/@mediadaarululuum